 |
Magetan

Kondisi Gedung PGRI Magetan SANGAT MENGENASKAN Selasa, 27-07-2010 13:02:08 MAGETAN-Kondisi gedung Persatuan Guru Republik Indonesia(PGRI)Magetan mengenaskan.Kantor di Jalan Kemasan No.1 itu rusak berat.Plafonnya jebol di sana-sini.Tembok dan kayu atapnya lapuk di makan usia 'Memprihatinkan Mas kondisinya.Banyak yang rusak dan sudah tidak layak menurut saya,'kata Nur Salim, Kepala SMP Negeri 2 Magetan,kemarin(26/7).
Informasi koran ini,gedung tersebut dibeli PGRI Magetan pada era tahun 1980-an dengan harga Rp 312.000.Tanah yang di atasnya berdiri bangunan bekas hotel tersebut luasnya mencapai 3940 meter persegi. Lokasinya sangat strategis karena berada di pusat kota atau selatan Alun-Alun Magetan.'Untuk sebuah organisasi besar seperti PGRI,dibutuhkan gedung yang representatif.Sehingga,kegiatan keorganisasian bisa digelar di tempat tersebut.Tapi,dengan kondisi gedung seperti ini,sudah sangat tidak layak,'terang Nur Salim yang juga bendahara PGRI Magetan.
Saat ini,jumlah anggota PGRI di Magetan ada 11.468 orang.Baik negeri maupun swasta di lingkup Dinas Pendidikan(Dindik)dan Kantor Kementrian Agama (Kanmenag).'Mudah-mudahan kepengurusan PGRI yang baru segera membangun gedung yang layak.Sebab,membangun gedung itu amanah Konferensi PGRI di Sarangan,' terang Sri Suryani,pengawas TK-SD Kecamatan Panekan.
Kepala Dindik setempat,Bambang Trianto melihat gedung PGRI itu memang sudah tidak layak.Dindik mendorong agar PGRI yang dipimpin Thoyieb Rantiono itu segera membangun gedung baru.'Dinas juga belum punya ruangan untuk teman-teman guru.Kami sangat mendukung jika gedung ini dibongkar total dan dibangun gedung baru,' kata Bambang.
Menurutnya,dengan gedung baru itu,guru di Magetan bisa mengaktualisasikan diri dan menambah wawasan melalui pelatihan ataupun seminar untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik.'Kalau ilmu gurunya bertambah,yang diuntungkan tentu dunia pendidikan,'ujarnya.
Kepala Kantor Kementrian Agama(Kanmenag),Suyudi mengatakan,yang perlu diubah dari guru itu sekarang adalah main set atau pola pikir.'Memang perubahan pola pikir itu bisa dilakukan kapan saja.Dan dengan gedung baru,tentu ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan untuk mengubah pola pikir tersebut,'kata Suyudi.
Suyudi dan Bambang berharap guru di Magetan bersatu padu membangun gedung yang kondisi sangat tidak layak. 'Caranya tentu yang tidak melanggar aturan.Bisa dengan swadaya melalui iuran anggota.Karena,fasilitas ini toh nanti untuk kita semua,'ujar Suyudi.
Pantauan koran ini,area gedung PGRI yang merupakan bekas hotel tersebut memang rusak berat.Selain usianya tua,ruangannya juga tidak representatif.Apalagi ruangnya tersekat-sekat selayaknya sebuah kamar tempat penginapan.
Melihat dari dekat gedung PGRI dengan arsitektur Belanda tersebut,kesan yang muncul adalah kumuh. Apalagi,jika musim penghujan,di beberapa titik terdapat kebocoran.Sehingga,ada genangan tetesan air hujan.Ditambah,rembesan air membuat tembok berlumut. (rif/eba)
(mbak sri) |
|
|