 |
Ngawi

BUDI SULISTYONO-ONY ANWAR HARSONO DILANTIK Selasa, 27-07-2010 12:53:11 NGAWI PUNYA PEMIMPIN BARU
NGAWI-Hari ini(27/7),masyarakat Kabupaten Ngawi punya pemimpin baru.Pasangan Budi Sulistyono-Ony Anwar Harsono dilantik secara resmi menjadi bupati-wakil bupati(wabup)Ngawi periode 2010-2015.
PROSESI pelantikan Budi Sulistyono-Ony Anwar Harsono sebagai bupati-wabup Ngawi yang baru,akan dilangsungkan pagi ini di Pendopo Agung Wedya Graha. Menurut rencana,pengukuhan akan dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo.Pelantikan dihadiri tak kurang dari 1500 tamu undangan.Mereka berasal dari lingkup pemkab,kalangan legislatif,dan tokoh masyarakat.Sejumlah tokoh politik tingkat regional maupun nasional rencananya juga bakal menghadiri momen sakral tersebut.
Sosok Budi Sulistyono sudah tak asing lagi di kalangan masyarakat Ngawi.Pria yang akrab dipanggil Kanang itu memiliki pengalaman panjang di birokrasi.Sebelum membidik kursi AE-1,selama 10 tahun dia menjabat wakil bupati Ngawi,mendampingi Harsono.
Bersama pendampingnya,Ony Anwar Harsono,Kanang diyakini mampu memajukan dan menyejahterakan masyarakat Ngawi ke depannya.Dan,tak lupa meneruskan program-program pemerintah yang beberapa di antaranya masih butuh penanganan serius.Di kedua pundaknya, Kabupaten Ngawi diharapkan bisa semakin menggeliat, terutama di sektor pertanian,perekonomian,pendidikan, kesehatan,dan pariwisata.
Sektor pertanian masih menjadi fokus utama lima tahun mendatang,didasari fakta bahwa kawasan Ngawi 75 persen merupakan areal pertanian.Begitu pula masyarakat yang berkecimpung di dalamnya,mencapai 63 persen lebih.
Sentuhan yang menitikberatkan aspek pertanian diharapkan mampu mengurai permasalahan kemiskinan. Sebab,kemiskinan masih didominasi mereka yang berasal dari masyarakat petani.Majunya sektor pertanian diyakini memberi dampak berantai positif bagi kesejahteraan masyarakat.'Sumbangan sektor pertanian pada PDRB(produk domestik regional bruto,Red)mencapai 37 persen,'ujar Kanang.
Ngawi sendiri merupakan salah satu lumbung pangan di Jawa Timur.Luas panen padi di wilayah ini rata-rata 95,386 hektare per tahun.Sedangkan total produksi mencapai 559.394 ton gabah kering giling per tahun, atau setara dengan 368.667 ton beras.
Sektor ekonomi,pendidikan,kesehatan,dan pariwisata juga tak lepas dari bidikan program lima tahun ke depan.Keempat sektor itu menjadi penyelaras dan penyeimbang laju roda pemerintahan.
'Menstabilkan harga,serta menekan seminim mungkin biaya pendidikan dan kesehatan.Juga yang tak kalah penting,memajukan dan menggenjot pariwisata sebagai aset penting daerah,'beber suami Ny Sri Eko Budi Sulistyono itu.
Tak hanya itu,sektor birokrasi yang bersinggungan langsung dengan pelayanan publik,juga akan dibenahi. Itu dilakukan agar terjadi transparasi birokrasi serta kemudahan dan kenyamanan masyarakat dalam hal pelayanan.'Apa pun yang berurusan dengan pelayanan masyarakat harus mendapat kemudahan.Jangan malah dipersulit.Itu prinsip kami guna memuaskan seluruh elemen masyarakat,'papar alumnus UGM Jogjakarta ini.
Pengalaman 10 tahun berkiprah di lingkup pemerintahan menjadi modal berharga bagi Kanang dalam pembenahan birokrasi.'Belajar dari pengalaman memang suatu keharusan.Sebab bisa mengambil hal-hal positif untuk ditularkan kembali,'ujarnya.(dip/isd)
(mbak sri) |
|
|