 |
Ponorogo

‘Wartawan’Tukang Pijat Diamankan Selasa, 27-07-2010 12:44:12 PONOROGO-Profesi jurnalis rentan disalahgunakan. Bahkan ada oknum tidak bertanggung jawab mengaku sebagai wartawan untuk berbuat jahat.Contohnya, Hariyono,40,warga Desa Semanding,Kecamatan Kauman, Ponorogo,pria yang profesi aslinya tukang pijat. 'Masih kami selidiki apakah sudah melakukan pemerasan atau belum,yang pasti dia tidak bisa menunjukkan kartu identitasnya sebagai wartawan.Makanya kami amankan, terang Kapolres Ponorogo AKBP Lakoni Wiranegara melalui Kasat Reskrim AKP Suhono kemarin(27/7).
Kasus wartawan awu-awu itu terungkap saat pelaku mendatangi Unit Perlindungan Prempuan dan Anak(PPA) Sat Reskrim Polres Ponorogo.Kepada penyidik,Hariyono mengaku wartawan sebuah televisi swasta nasional. Meski tak membawa kamera layaknya wartawan televisi, Hariyono menanyakan beberapa kasus lama tindak pencabulan.'Cara bertanyanya saja sudah beda dengan wartawan yang biasa ke sini.Dia bertanya kok seperti penyidik saja,makanya kami curiga,'ungkap Suhono.
Kebetulan,saat itu ada Hendras,salah satu wartawan televisi yang disaru Hariyono.Tak pelak,Hendras, kontributor televisi asli itu langsung melaporkan ke aparat.'Dia bukan wartawan atau kontributor,karena tidak memiliki identitas dan juga tidak tahu soal televisi kami,'ujar Hendras.
Setelah didesak penyidik,Hariyono berdalih bukan wartawan televisi.Melainkan wartawan sebuah tabloid. Namun dia mengaku tidak pernah mengirim berita kepada tabloid itu.'Saya memberikan berita kepada Mujibur, yang katanya wartawan tabloid itu,'kata Hariyono.
Meski tak memiliki kemampuan jurnalistik,Hariyono mengaku sering keluar masuk instansi pemerintah. Bahkan,dengan status wartawan itu pula dia bisa mendapat kemudahan fasilitas pelayanan dari instansi pemerintah.'Masih kami selidiki dulu,termasuk kami akan panggil temannya yang memberikan kartu pers itu,'tandas Suhono.(dhy/sad)
(mbak sri) |
|
|