Rabu, 08-09-2010
Madiun


Pemkab Minta KPH Saradan Sabar
Selasa, 01-09-2009 13:32:08
MADIUN-Meski KPH Saradan mengeluh soal banyaknya hutan yang kena proyek tol trans Jawa,Pemkab Madiun tidak bisa berbuat banyak.Tim sembilan bentukan pemkab yang dilibatkan dalam proyek tol itu malah meminta untuk bersabar.Dalihnya,pembangunan fisik program nasional itu belum dimulai.''KPH Saradan harap bersabar.Kan, proyeknya sekarang masih di Jombang ke timur. Sedangkan untuk wilayah Jombang ke barat belum dimulai,''jelas Darsono,wakil ketua tim sembilan Pemkab Madiun,kemarin(31/8).
Dikatakan,jika di Kabupaten Madiun sudah direalisasikan maka keluhan dari KPH Saradan kemungkinan besar di respons.Namun,kata dia,semua kebijakan ada di tangan pemerintah pusat.Apakah nanti kawasan hutan tetap dipakai seluas 79,9 hektare atau diubah.''Kami tidak punya wewenang memutuskan, semuanya ada di pusat,''jelas Darsono yang juga menjabat asisten di Pemkab Madiun.
Bagaimana dengan solusi 40 hektare dan desain baru yang ditawarkan KPH Saradan?Darsono tidak bisa menjamin desain itu yang digunakan.Untuk desain aslinya sendiri saja tim sembilan belum mengetahui. Usulan itu memang cukup baik,jumlah lahan yang dipakai bisa berkurang hingga 39,9 hektare.''Kami ini malah belum tahu desain asli,kan pembangunannya belum sampai sini.Masak KPH Saradan sudah mempunyai rencana desain tol trans Jawa yang melewati Kabupaten Madiun?,'' paparnya sambil bertanya balik.
Pemkab Madiun bakal menyesuaikan kebijakan pusat terkait banyak hal.Diantaranya,keputusan dalam pembebasan lahan baik itu milik warga maupun Perum Perhutani.''Pemkab menyesuaikan sajalah''ujarnya.
Kepala Badan Pertanahan Nasional(BPN)Kabupaten Madiun, Dwihono Ismu Gunarso,yang juga sekretaris tim sembilan mengatakan belum ada perkembangan terbaru soal proyek jalan tol trans Jawa.Apalagi soal keberatan dari KPH Saradan atau solusi yang ditawarkan.''Kami tim sembilan rapat terakhir Desemebar 2008 lalu dan sampai sekarang belum rapat lagi.Jadi kita tunggu bersama perkembangannya,''jelasnya.
Seperti yang diberitakan,KPH Saradan keberatan lahannya seluas 79,9 hektare bakal digunakan untuk megaproyek jalan tol trans Jawa.Meliputi,RPH Petung, Klumutan,Tulung,Sugihwaras dan Pepe.Keberatan itu sebenarnya sudah disampaikan ke Menteri Kehutanan sejak dua tahun lalu.Tapi,hingga kini belum ada jawaban.Alasan lain keberatan itu,jika ada jalan tol maka muncul kendala dalam pengelolaan kawasan hutan. Sebab,hutan di wilayah KPH Saradan sudah terpisah pisah akibat adanya jalur rel KA dan Sambungan Udara Tegangan Tinggi(SUTT).(ota/irw)
(mbak sri)
 Berita Lainnya
Permintaan BBM Bisa Naik 250 Persen
STASIUN KA DAN TERMINAL,SEPEKAN SEBELUM LEBARAN PENUMPANG SEPI
Dana Tambahan Penghasilan Guru Cair
Hanya Loloskan Tanah Akademi Perkeretaapian
Dibekali Menembak dan Beladiri
 Kategori
Belanja
Bisnis
Kesehatan
Kuliner
Pendidikan
Real Estate
Breaking News
Edisi Cetak
Gallery Foto
Info Movie
Magetan
Ngawi
Pacitan
Ponorogo

Kontak Kami | Redaksi | Jawa Pos | Radar Tulungagung | Radar Mojokerto

Copy Right by Radar Madiun Online Team @ 2008