 |
Madiun

Usul Siagakan Panitia di Kantor Pos Kamis, 29-10-2009 12:59:45 Untuk Antisipasi Lamaran yang Tak Penuhi Syarat
MADIUN-Pengumuman CPNSD yang dibuat pemkot tampaknya masih belum bisa dipahami sepenuhnya para pelamar. Buktinya,pada hari ketiga pendaftaran,sudah ditemukan beberapa lamaran yang tidak memenuhi syarat adminstrasi.Seperti,tidak disertakannya ijazah terlegalizir.Juga,pendidikan tidak sesuai dengan formasi yang dilamar.''Hingga tadi(kemarin,Red)sudah lebih dari sepuluh surat lamaran yang tidak memenuhi syarat,''kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Madiun,Dwi Budi Agustono,kemarin(28/10).
Mereka yang berkasnya tidak lengkap,dinyatakan gagal mengikuti ujian tulis 21 November mendatang.Selain itu,ada beberapa surat lamaran yang masih perlu dilakukan pengkajian ulang.Yakni,dengan satuan kerja perangkat daerah(SKPD)terkait.Pemicunya,antara formasi dengan pendidikan pelamar rancu.Dicontohkan,formasi akuntansi,pendidikannya minimal D III.Namun,ada pelamar yang ijazahnya D III komputer akuntansi.''Bisa ndaknya lulus seleksi,masih akan dikonsultasikan dengan dinas yang membutuhkan,''tambah Dwi Budi Agustono.
Kurang lengkapnya persyaratan dan rancunya persyaratan pendidikan diketahui setelah panitia melakukan pengecekan secara manual.Surat lamaran yang sudah diterima BKD pada hari ketiga pendaftaran,baru 159 berkas.Jumlah itu sementara menunjukkan animo pelamar masih minim.''Mungkin awal November berkas lamaran yang kami terima lebih banyak,''tambahnya.
Sementara itu,untuk mengantisipasi surat lamaran yang tidak memenuhi syarat,ketua Komisi I DPRD Kota,Heri Susanto menyarankan agar petugas di kantor pos ditambah.Mereka,tugasnya menyeleksi awal kelengkapan pelamar yang akan dikirim.
Hal itu diungkapkan setelah komisi I melakukan inspeksi mendadak(sidak)di Kantor Pos Besar Madiun, kemarin.Dia bersama anggota komisi I lainnya melihat salah satu kendala administrasi itu,karena tidak ada petugas penyeleksi awal.''Seharusnya ada panitia yang ditugaskan di kantor pos untuk seleksi awal,''jelas politisi PAN itu.
Dari pemeriksaan tahap awal,lanjutnya,agar tidak lengkapnya administrasi bisa dikurangi.Setidaknya, dari keseluruhan pelamar ada 80 persen orang yang bisa mengikuti tes tulis.''Agar tidak ada formasi yang kosong dan kebutuhan pegawai di pemkot terpenuhi,'' jelasnya.(fik/irw)
(mbak sri) |
|
|