Rabu, 08-09-2010
Edisi Cetak


Wawali Beber Kinerja Satker
Selasa, 27-07-2010 11:37:23
MADIUN-Disorot kinerja sembilan satkernya tidak maksimal,Pemkot Madiun terkesan membela diri.Bantahan dan penjelasan rinci atas sorotan fraksi-fraksi dituangkan dalam jawaban wali kota,saat sidang paripurna di DPRD,kemarin(26/7).
Wakil wali kota Sugeng Rismiyanto yang bertugas membacakan jawaban wali kota,saat paripurna memulainya dari Dinas Pekerjaan Umum(DPU).Yakni,gara-gara total pencapaian realisasi belanja langsung dan tidak langsung 71,8 persen.Seperti,realisasi anggaran belanja langsung yang hanya 69,45 persen ada permasalahan di kegiatan pembangunanan Pasar Besar Madiun(PBM).'Dari anggaran Rp12miliar,hanya terserap 5,97 persen.Penyebabnya ada proses retender khususnya untuk pengadaan konsultan perencanaan,'ujar Sugeng saat paripurna.
Selanjutnya,untuk Badan Kepegawaian Daerah(BKD)yang realisasi anggarannya 72 persen.Sugeng menyebutkan, salah satu penyebabnya kegiatan penerimaan CPNS dengan anggaran sebesar Rp742juta,dan hanya terealisasi Rp 483 juta.Disebutkan pula,penyerapan kegiatan pendidikan dan pelatihan prajabatan bagi CPNS dengan anggaran Rp1,4miliar,hanya terealisasi Rp576juta. 'Formasi yang disetujui tidak sesuai dengan yang dibutuhkan.Sehingga anggaran tidak dapat direalisasikan seluruhnya,'tuturnya.
Sedangkan untuk sekretariat DPRD,lanjut Sugeng,di antaranya ada kegiatan koordinasi dan konsultasi keluar daerah dengan anggaran Rp600juta hanya terealisasi Rp158juta.Penyebabnya,efisiensi.'Kegiatan dilakukan secara selektif berdasarkan pertimbangan urgensi,'ujar Sugeng.
Wawali selanjutnya mengurai penyerapan di sekretariat daerah.Penyebab kurangnya penyerapan di antaranya, efisiensi bantuan kepada guru dan pegawai swasta yang sudah diangkat menjadi PNS sebesar Rp35 juta.Bantuan kepada atlet beprestasi karena belum beprestasi sebesar Rp300juta.Ada pula,bantuan kepada masyarakat miskin yang tidak terealisasi Rp286 juta.'Menjelang lebaran terjadi eskalasi harga yang cukup tinggi sehingga rekanan mengundurkan diri,'tuturnya,
Di Dinas Kebersihan dan Pertamanan(DKP),ada anggaran Rp1miliar yang tidak terealisasi.Sugeng menjelaskan, penyebabnya proses tender dinyatakan gagal karena tidak ada penawaran yang memenuhi syarat.'Untuk dilakukan retender tidak memungkinkan karena waktu,' terang Sugeng
Sugeng juga memparkan secara detil realisasi anggaran di sejumlah satker lain.Seperti Bappeda,BPM KB dan KP, Kantor Lingkungan Hidup dan Kantor Satpol PP. Rusdiyanto,Kabag Keuangan Pemkot Madiun usai paripurna menyatakan,secara umum capaian realisasi anggaran sebenarnya tidak ada permasalahan.Tidak terserap 100 persen tersebut disebabkan berbagai faktor.'Capaian anggaran 2009 sudah bagus,'katanya.(ota/irw)

(mbak sri)
 Berita Lainnya
Kereta BBM Mogok 20 Menit
Kepala DPU Mengundurkan Diri
Telikung Teman,Gondol Motor
H-5 LEBARAN,KEPADATAN LALU LINTAS NAIK TIGA KALI LIPAT
Ancaman Tingginya Inflasi Tak Terbukti
 Kategori
Belanja
Bisnis
Kesehatan
Kuliner
Pendidikan
Real Estate
Breaking News
Gallery Foto
Info Movie
Madiun
Magetan
Ngawi
Pacitan
Ponorogo

Kontak Kami | Redaksi | Jawa Pos | Radar Tulungagung | Radar Mojokerto

Copy Right by Radar Madiun Online Team @ 2008